Page 44 - CEREKA_APM_Mei_Ogo2025
P. 44
BAYANG DI TANAH SENDIRI
Nurhanis Sahiddan
Akademi Pengajian Melayu, Universiti Malaya, Kuala Lumpur
Langit tinggi, awan berarak,
Angin membawa kisah yang retak,
Ladang luas, pohon merunduk,
Akar terbenam, resah menjerat.
Ada suara di sela kota,
Gema lama yang makin pudar,
Di mana cahaya, di mana peta,
Langkah kabur dalam debu gentar.
Hujan turun, basah bumi,
Namun haus masih berbaki,
Mimpi semalam, siapa yang mimpi,
Esok cerah, atau kelam lagi?
Bukan pedang, bukan rantai,
Namun ada tangan yang menggenggam,
Di balik senyum, di balik damai,
Ada kisah yang tak terungkapkan.
Jika angin bisa berbicara,
Akan ia bisikkan rahsia lama,
Namun siapa yang sudi mendengar,
Dalam riuh, dalam alpa?
TAJUK : AKAR TERBENAM, RESAH MENJERAT
Karya Ilustrasi : Sabzali Musa Kahn, APM-UM 2025
44

