Page 14 - CEREKA_APM_Jan_Apr2025
P. 14
Izinkan Aku Berpaling Darimu: Asep Yudha Wirajaya (Sambungan 5)
“Lia, aku percaya padamu. Aku yakin apa yang akan
kusampaikan ini tak akan kamu ceritakan pada orang lain
walaupun pada suamimu sendiri. Lia, di kantor ini kamu satu-
satunya orang yang memegang kunci almari brangkas, dan
kamu satu-satunya orang yang mengetahui kombinasi angka
untuk membuka pintu besi itu. Karena itu aku butuh bantuanmu
untuk melancarkan rencanaku ini,” kata managerku sambil
menghela nafas panjang.
“Maksudku, Ibu bagaimana?” tanyaku mengambang.
“Kamu tidak usah munafik. Aku tahu kamu butuh biaya cukup
besar untuk mengobati infeksi di rahimmu. Kamu ingin segera
punya anak kan?
Tak sepatah kata pun terucap dari bibirku. Aku biarkan
managerku itu merampungkan pembicaraannya.
“Singkat saja, aku butuh uang. Tidak banyak agar tidak terlalu
kentara. Ambil saja dari brangkas. Tulis di form pengeluaran
kas uang tersebut untuk pembayaran supplier. Selanjutnya aku
yang akan memproses di komputer akuntan. Data tersebut
akan dengan mudah kudelete. Dan…..selesai. Tak seorang
pun akan tahu. Untuk bantuanmu aku akan memberimu
imbalan. Bagaimana? Tak usah takut lah. Tak usah bicara
dosa, toh masih banyak dosa yang kita perbuat meski itu tanpa
kita sadari. Tidak usah bermimpi jadi orang suci. Ya, sudahlah
kutunggu jawabanmu besok.”, kata managerku seraya berjalan
keluar dari ruang kerjaku.
Sebenarnya sebelum managerku melangkah keluar aku telah
membuat satu keputusan. Mungkin itu yang terbaik. Aku bisa
menebak bagaimana reaksi managerku jika aku sampai tak
meluluskan keinginannya. Aku tak mau kehilangan pekerjaan.
Lagi pula masih banyak keinginan-keinginanku yang belum
terpenuhi. Terlebih aku memang butuh uang yang cukup
banyak untuk mengobati penyakitku. Ya, itu yang harus
kulakukan.
*********************
14

