Page 7 - CEREKA_APM_Jan_Apr2025
P. 7
Gemerincing dari Langit Jauh: Mawar Safei (sambungan 2)
Masih dalam awan gemawan, seperti ditenun Usman Awang dalam
puisi langkanya yang masyhur. Ia selalu memujuk marah atau rajuk
saya. Sempat Aliabbas meneduhkan, “Awan gemawan tidak memaksa
diri menyangkal angin atau matahari. Dibawanya teduh atau gerimis, di
mana yang perlu. Kau juga harus begitu, tidak perlu keras melawan
aturan, tetapi harus siap bertahan dan memberi pengertian.” Sekejap
saya melihat lelaki di tempat duduk sebelah kanan adalah Aliabbas
bersama-sama dengan saku kemeja yang masih merah. Saya
menebak dia Azeri. Tetapi lelaki ini jauh lebih muda, barangkali
separuh usia Aliabbas. Lebih muda juga daripada saya.
Dari kotak tingkap, terlihat bahawa daratan terbahagi bukan hanya
dengan garis sempadan lingkungan, namun ketimpangan
kemanusiaan. Namakan apa sahaja, apabila kepentingan menjadi raja.
Dari ketinggian ribuan kaki, semua yang di bawah menjadi kotak-kotak
kecil antara jalur labirin. Sementara kami yang sudah disusun duduk,
masing-masing berasa sengsara. Antara sela-sela kesempatan yang
ada bersama-sama kami dengan yang jauh di bawah sana, cuba
dipenuhi harapan yang belum pernah mahu padam. Saya tidak
mungkin tahu harapan dalam genggaman lelaki berjambang di hujung
kanan baris tempat duduk saya. Atau harapan perempuan berambut
perang di baris hadapan yang sudah meloncat keluar dari lapis keluli
kapalterbang. Sengsaranya kami harus meninggalkan dan ditinggalkan
sejak tadi di terminal Heydar Aliyev. Benar rungut Aliabbas, “betapa
tidak sempurnanya dunia ini.”
Saya suka melihat bayang-bayang awan di dataran dan padang.
Antara celah-celah awan itu saya temukan teka-teki yang menjerat
pula. Antara bayang yang tidak ada garis nyata dengan rasa ingin
tahu, perjalanan ke Baku kali ini mengheret saya menembusi
penjelahan tikungan batin. Aliabbas kembali mendorong saya ke
teduhan mulberi lagi. Di situ saya temukan banyak percakapan tentang
menjadi tua dan kenangan. Ya, kerinduan dan ia ternyata bukan hanya
pada kenangan tetapi pada masa depan.
7

