Page 38 - CEREKA_APM_Mei_Ogo2025
P. 38

Privilese Yang Kelabu: Muthiara ‘Arsy (Sambungan 4)





                       Beberapa kali Nana digosipkan apabila guru muda itu menyukai
         dirinya karena selalu dimintai tolong untuk menulis di papan tulis ketika
         tidak bisa mengisi jam kelas. Ada juga yang mengatakan bahwa nilai Nana
         bagus dihasilkan dari perilaku yang cari perhatian kepada para guru. Tidak
         sedikit yang melabeli dirinya dengan perusak hubungan orang karena
         setiap laki-laki yang berkenalan dengan Nana bisa langsung tertarik untuk
         pendekatan.



                       “Nilai dia bagus tuh bukan karena pinter, tapi modal cantik
         doang! Masa ditanya guru IPS aja hah-heh-hoh,” ledek seorang teman
         perempuan.


                       “Na, kursinya nggak ada yang kosong. Duduk di pangkuan aku
         aja gimana?” goda seorang teman lelaki.


                       Nana akui apabila dia tidak bisa di pelajaran umum, tetapi
         unggul di pelajaran pesantren. Walaupun sudah berusaha acuh tak acuh

         terhadap lelaki, dia tidak bisa mengendalikan perasaan jijik karena sexual
         harassment yang didapat.


                       Berteman        dengan       lelaki    atau     perempuan        sama-sama
         membuatnya tidak nyaman.


                                                      …


         Ilana Ara Maheswari.


                       Baginya, Nana adalah panggilan kelam dan lemah, sedangkan

         Ara adalah panggilan yang bisa memberikan aura positif dan lebih percaya
         diri.


                       Usaha yang dilakukan untuk mendapat nilai bagus sering kali
         dipatahkan karena diberkati paras yang indah sehingga Ara bisa
         diperlakukan istimewa. Selain itu, orang cantik berpacaran dengan lelaki
         tampan dianggap memandang fisik, sedangkan apabila berpacaran dengan
         lelaki kurang tampan akan dikomentari, “Si cantik bukan milik si tampan,
         tetapi milik si pemberani dan mapan.”



                       Ara mengakui bahwa beberapa kali mendapat pujian saat
         berada di tanah rantau. Dia lebih dikenal dengan ciri khasnya. Kalimat-
         kalimat yang dia dapatkan, yaitu: Mbaknya cantik, ya; Mbak lucu banget;
         Oh, Teteh Sunda toh, pantesan geulis; Nama kamu cantik kayak pemilik
         namanya; Adem banget, ya, lihat kamu.


                       Setiap kali ada lelaki yang menyukai Ara, maka dia mengajukan
         pertanyaan, “Apa yang bikin kamu suka sama aku?” Jawaban yang melekat
         adalah kata “cantik” berada di awal kalimat.








                                                                                                  38
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43