Page 35 - CEREKA_APM_Mei_Ogo2025
P. 35

PRIVILESE YANG KELABU

                                              Muthiara ‘Arsy





                       “Lima puluh persen masalah hidup kamu itu selesai kalau kamu
         cantik. Iya, nggak?” tanya dosen berusia 30 tahun itu.


                       Tentu saja, kalimat itu mendapat jawaban “iya” dari mahasiswa
         yang duduk di bangku semester dua tersebut. Mereka menyadari bahwa
         memiliki rupa yang menawan adalah sebuah privilese. Tak perlu jauh-jauh
         melihat selebritas, hal itu bisa direkam secara nyata di lingkungan terdekat.


                       Nur, seorang mahasiswa yang duduk di baris depan bangku
         kedua itu menegok ke kanan dan menyenggol lengan temannya yang
         menurutnya “cantik”.



                       “Gimana, Ra, punya wajah cantik? Udah dapat privilese apa
         aja?” tanyanya.


                       Lawan bicaranya, Ara, mengerutkan dahi kebingungan. Dia
         tidak menanggapi apa pun, sedangkan Nur memperhatikan penjelasan
         dosen tersebut kembali.


                       “Orang Indonesia itu sangat melihat visual ketika bertemu

         dengan stranger. Teman-teman jurnalis saya kalau nulis berita itu nggak
         sedikit yang memberi keyword ‘cantik’ dalam headline berita. Hal itu yang
         bikin pembaca penasaran dan minat untuk membaca,” ungkap Farah.


                       Pesatnya era digital membuka portal media online untuk
         berkembang sehingga jalan satu-satunya yang paling mudah adalah
         membuat clickbait. Kata-kata yang merujuk pada visual seseorang sangat
         enak dikonsumsi.


                       Mata kuliah ini memiliki tagline “Jurnalistik Asik”. Kapan lagi
         coba mengerjakan Ujian Akhir Semester sambil jalan-jalan? Tentu saja

         menjadi experience yang melekat dalam benak.


                       Tidak bisa menampik apabila dilahirkan dengan memiliki paras
         yang indah adalah sebuah privilese yang patut disyukuri. Banyak orang
         yang berlomba-lomba memermak wajah dan tubuh supaya bisa sesuai
         dengan beauty standard. Sudah menjadi mindset bahwa good looking itu
         bisa lebih dihargai sekaligus mudah dimaafkan ketika berbuat kesalahan.


                       Semakin orang-orang mengejar beauty standard, maka akan

         ada orang-orang yang terus berproduksi untuk menggali keuntungan.


                                                      …
         Kalimat mengenai hak istimewa dari paras yang indah menyenggol
         hipokampus dengan memperlihatkan siapa saja yang dia temui di dunia ini,
         merambat ke neokorteks untuk memutar hal-hal apa saja yang dilakukan
         sehingga melekat dalam benak, dan amigdala menghasilkan emosi yang
         sesak.


                                                                                                  35
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40