Page 33 - CEREKA_APM_Mei_Ogo2025
P. 33
Menemukan Diriku di Jalanmu: Cut Mutiyah Pratiwi (sambungan 7)
MENEMUKAN DIRIKU DI JALANMU
Cut Mutiyah Pratiwi
berkaca-kaca. Bagaimana manusia yang hilang arah … sesungguh hanya
ingin dipertemukan kembali dengan Tuhannya tuk dipeluk dalam tenang
yang penuh harap.
“Adik manis, ngapain main sembunyi-sembunyian.”
Suara laki-laki itu perlahan menjauh, sedangkan adira yang
merasa bahwa laki-laki itu sudah jauh dari tempat persembunyiannya, ia
perlahan keluar. Namun, baru saja ia berdiri, sudah ada tangan yang
menarik dirinya.
“Tertangkap! Ternyata kamu disini adik manis.”
Adira gelagapan dan berusaha melepaskan dirinya.
“Tolong... tolong lepaskan saya! Kalau Mas mau ambil
perhiasan saya gapapa, tapi tolong lepaskan saya.”
Adira berusaha membujuk, tetapi orang mabuk itu tak akan
mengindahkan ucapan orang lain selain akal sehatnya yang telah
terpengaruh oleh alkohol.
“Gue nggak butuh emas lu! Lu punya yang lebih berharga
daripada itu.”
Setelahnya, hal yang tidak diinginkan pun terjadi, ia kehilangan
segalanya.
“Tolong!!!”
Teriakan itu menggema di udara yang sunyi senyap.
Kilasan memori itu mengudara bersama bacaan sholat. Namun
saat ia bersujud, entah mengapa...ada sesuatu yang menyentuh relung
hatinya. Seolah ada dzat yang tak terlihat mengatakan kepadanya bahwa
ia tetap diterima untuk pulang dan berserah atas kemalangan yang
menimpanya di dunia.
Pada bagian salam terakhir, ia menangis tersedu-sedu. Betapa
terisi relung hatinya dengan ketenangan yang ia cari. Selama ini, dirinya
telah hilang arah di antara amarah dan rasa kecewa.
Adira menadahkan kedua telapak tangannya.
Ya rabb, hamba pulang atas setiap kesulitan ini
Tiada kemalangan yang dapat hamba tangani seorang diri,
hamba sudah hilang arah
Hamba bahkan telah melupakanmu, terimalah hamba yang
penuh luka,
33
Yang telah berlumur dan bermandikan dosa ini karena tak
percaya atas bentuk kasihmu

